Penelitian Kualitatif: Studi Naratif

PENELITIAN KUALITATIF
STUDI NARATIF
Studi Naratif merupakan studi yang berfokus pada narasi, cerita, atau deskripsi tentang serangkaian peristiwa terkait dengan pengalaman manusia. Studi ini mencakup biografi, auto-biografi, sejarah kehidupan, atau sejarah tutur. Prosedur yang digunakan berupa restorying atau progresif-regresif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Sedangkan analisisnya berpijak pada kronologi peristiwa yang yang menekankan pada titik-balik atau ephiphanies dalam kehidupan partisipan. (Creswell, 2015).
CIRI UTAMA STUDI NARATIF
Creswell (2015) mengemukakan ciri utama studi naratif sebagai berikut:
1.   Peneliti mengumpulkan cerita dari individu (dokumen dan percakapan kelompok) tentang pengalaman individual yang dituturkan.
2.     Cerita naratif menuturkan pengalaman individual, dan cerita itu mungkin saja memperlihakan identitas dari individu dan bagaimana mereka melihat diri mereka.
3.  Cerita naratif dikumpulkan melalui beragam bentuk data, misalnya melalui wawancara, pengamatan, gambar dan lain-lain.
4.     Cerita naratif seringkali didengar dan kemudian disusun oleh peneliti menjadi suatu kronologi meskipun cerita tersebut mungkin tidak diceritakan secara kronologis oleh partisipan.
5.    Cerita naratif dianalisis dalam berbagai cara. Suatu analisis dapat dibuat tentang apa yang dikatakan (secara sistematis), sifat dari penuturan ceritanya (struktural), atau kepada siapakah cerita tersebut ditujukan.
6.     Cerita naratif seringkali mengandung titik balik atau ketegangan atau interupsi spesifik yang diperlihatkan oleh peneliti dalam penuturan cerita tersebut.
TIPE NARASI
Berikut merupakan tipe naratif (Creswell, 2015):
1.     Studi Biografis, Studi biografis merupakan satu bentuk studi naratif yang penelitinya menulis dan merekam pengalaman dari kehidupan orang lain.
2.       Auto-etnografi, Auto-etnografi ditulis dan direkam oleh individu yang menjadi subjek penelitian tersebut
3.   Sejarah Kehidupan, Sejarah kehidupan menggambarkan kehidupan seseorang secara utuh, sedangkan cerita pengalaman pribadi adalah studi naratif tentang pengalaman pribadi seseorang yang terjadi dalam satu atau beberapa episode, situasi pribadi, atau cerita rakyat.
4.    Sejarah Tutur, Sejarah tutur atau sejarah lisan adalah pengumpulan refleksi pribadi tentang peristiwa dan sebab/efeknya terhadap satu atau beberapa individu.
PROSEDUR PELAKSANAAN RISET NARATIF
1.        Menentukan apakah problem atau pertanyaan risetnya sudah cocok untuk riset naratif.
2.    Memilih satu atau lebih individu yang memiliki cerita atau pengalaman hidup yang ingin diceritakan, dan menghabiskan banyak waktu dengan mereka untuk mengumpulkan cerita mereka melalui beragam jenis informasi.
3.    Mempertimbangkan bagaimana pengumpulan data dan perekamannya dapat dilakukan dalam beragam cara.
4.    Mengumpulkan informasi tentang konteks dari cerita ini, seperti pengalaman pribadi, kebudayaan, atau konteks historis.
5.     Menganalisis cerita dari para partisipan. Peneliti dapat mengambil peran aktif  dan “menyusun kembali” (restory) cerita tersebut k eke dalam kerangka yang bermakna. Restorying adalah proses reorganisasi cerita menjadi beberapa jenis kerangka umum.
6.        Berkolaborasi dengan para partisipan secara aktif untuk melibatkan mereka dalam riset tersebut.
SUMBER
Creswell, J. W. (2015). Penelitian kualitatif & desain riset : memilih di antara lima pendekatan (edisi 3). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Contoh Studi Naratif 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penelitian Kualitatif: Fenomenologi

Penelitian Kualitatif: Grounded Theory

ARTIKEL ETNOMATEMATIKA