Penelitian Kualitatif: Studi Kasus
PENELITIAN KUALITATIF
STUDI KASUS
Penelitian studi kasus adalah pendekatan kualitatif yang
penelitinya mengeksplorasi kehidupan nyata, sistem terbatas kontemporer (kasus)
atau beragam sistem terbatas (berbagai kasus), melalui pengumpulan data yang detail
dan mendalam yang melibatkan beragam informasi atau sumber informasi majemuk
(misalnya pengamatan, wawancara, bahan audiovisual, dokumen, dan berbagai
laporan), dan memaparkan deskripsi kasus dan tema kasus. Satuan analsis dalam
studi kasus biasanya berupa kasus majemuk (studi multi kasus) atau kasus
tunggal (studi dalam-situs) (Creswell, 2015)
CIRI UTAMA STUDI KASUS
Creswell (2015), menjelaskan ciri khas dari riset studi
kasus, yaitu:
1.
Riset
studi kasus dimulai dengan mengidentifikasi satu kasus yang spesifik
2. Tujuan
dari pelaksanaan studi kasus yaitu untuk mengilustraskan kasus yang unik, kasus
yang memiliki kepentingan yang tidak biasa dalam dirinya dan perlu
dideskripsikan atau diperinci
3.
Memperlihatkan
pemahaman yang mendalam tentang suatu kasus
4. Pemilihan
pendekatan untuk analisis data akan berbeda-beda. Sebagian studi kasus
melibatkan analisis terhadap unit-unit dalam kasus tersebut sementara yang lain
melaporkan secara keseluruhan. Demikian juga pada sebagian studi, peneliti
dapat menganalisis kasus majemuk atau tunggal
5.
Riset
studi kasus melibatkan deskripsi untuk analisis yang baik
6. Tema
atau masalah dapat diorganisasikan menjadi kronologi oleh peneliti,
menganalisis keseluruhan kasus untuk mengetahui persamaan dan perbedaan
diantara kasus atau menyajikannya dalam suatu model teoritis
7. Studi
kasus sering diakhiri dengan kesimpulan yang dibentuk oleh peneliti tentang
makna keseluruhan yang diperoleh dari kasus tersebut.
TIPE STUDI KASUS
Tipe studi kasus dibedakan berdasarkan ukuran batasan
dari kasus tersebut, misalnya apakah kasus tersebut melibatkan satu individu,
beberapa individu, suatu kelompok, suatu program besar, atau suatu aktivitas.
Sedangkan berdasarkan tujuan, Creswell (2015) membagi menjadi tiga tipe yaitu:
1. Studi
kasus instrumental tunggal,
peneliti memfokuskan pada isu atau persolan, kemudian memilih satu kasus
terbatas untuk mengilustrasikan persoalan ini.
2.
Studi
kasus kasus kolektif, satu
isu atau persoalan dipilih tetapi peneliti memilih beragam studi kasus untuk
mengilustrasikan isu tersebut.
3. Studi
kasus intrinsik, berfokus pada
kasus itu sendiri (misalnya mengevaluasi program, atau mempelajari seorang
siswa yang memiliki kesulitan) karena kasus tersebut menghadirkan situasi yang
tidak biasa atau unik. Hal ini menyerupai fokus riset naratif, tetapi prosedur
analisis studi kasus untuk deskripsi detail tentang kasus tersebut, yang
disusun dalam konteksnya atau lingkungannya.
PROSEDUR PENELITIAN STUDI KASUS
1. Peneliti
menentukan terlebih dahulu apakah pendekatan studi kasus sudah tepat untuk
mempelajari permasalahan risetnya.
2.
Mengidentifikasi
kasus
3. Mengumpulan
data. Pengumpulan data mengambil beragam sumber informasi, misalnya pengamatan,
wawancara, dokumen, dan bahan audiovisual
4. Analisis
data. Tipe analisis data dapat berupa analisis holistik dari kesuluruhan kasus
atau analisis melekat dari salah satu aspek dari kasus tersebut.
SUMBER
Creswell, J. W. (2015). Penelitian
kualitatif & desain riset : memilih di antara lima pendekatan (edisi 3).
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Komentar